Sufi Corporate

Sebelumnya saya pernah menguraikan tentang pentingnya hidup kita dikendalikan oleh To Be bukan To Have. Bila anda ingin mencapai sukses jangka panjang, jadikan To Be sebagai kendali hidup anda. Dan ingat, bila To Have sebagai kemudi hidup anda maka itu hanyalah kenikmatan sesaat dan dikemudian hari bisa menghancurkan hidup anda. Kali ini saya akan memberikan beberapa contoh para pengusaha dunia yang menjadikan To Be sebagai kendali hidupnya.
Pertama adalah Soichiro Honda. Pendiri dari Honda Motor Company. Honda adalah salah satu dari orang yang memiliki To Be yang tinggi serta To Have yang rendah. Selama hidupnya, Honda tidak pernah berhenti berusaha meningkatkan kapasitas dirinya dan tetap berani untuk bisa menumbuhkan cita-citanya yang tinggi. Selain itu, Honda adalah seorang pengusaha kaya raya namun menjalani hidupnya dengan sangat bersahaja. Honda mewariskan hampir seluruh kekayaan pribadinya untuk kepentingan sosial
Contoh kedua adalah Darwin E Smith. Dia adalah CEO Kimberly-Clark yang mampu mengubah perusahaan kertas tua yang tidak menarik menjadi perusahaan ternama di dunia yang mampu mengalahkan perusahaan besar seperti Scott Paper dan bahkan Procter & Gambler. Tapi kehebatannya tidak membuat ia ingin menjadi terkenal. Sebaliknya dia lebih senang bekerja di belakang layar dan memilih hidup sederhana yang jauh dari gaya hidup mewah.
Dia senang bergaul dengan para penebang kayu, tukang pipa, tukang listrik. Smith menghabiskan masa liburan di pedesaan, berpakaian sederhana dengan jas usang JC Penney, dan belanja di departement store untuk kalangan menengah ke bawah. Smith adalah orang yang hidup dengan To Have yang rendah.
Cara hidup sederhana juga dianut oleh David Packard, salah satu orang paling cerdas di Lembah Silikon dan pendiri Hewlett-Packard. Dia tinggal di rumah kecil yang dibangun sendiri dengan istrinya pada 1957. Rumahnya menghadap ke sebuah kebun sederhana dengan dapur kecil. Perabot sederhana di ruang tamunya mencerminkan orang yang tidak memerlukan simbol material untuk mengatakan, “Saya miliarder. Saya orang penting. Saya sukses”. Pada akhir hidupnya, Packard mewariskan 5,6 miliar dollar kepada yayasan amal.
Ke tiga orang bersahaja dapat kita jadikan contoh untuk merepresentasikan arti Sufi dalam hidup yang sesungguhnya. Merendahkan To Have dan lebih mengedepankan To Be. Dengan gaya hidup seperti mereka telah terbukti, perusahaannya mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Mereka adalah para Sufi Corporate, lebih mengedepankan To Be dan tidak mendewakan To Have.

Jalan mana yang Anda pilih ?
Aku akan menuturkannya sambil mendesah
Suatu saat berabad-abad mendatang;
Dua jalan bercabang di hutan, dan aku —
Aku menempuh jalan yang jarang dilalui,
Dan itu mengubah segalanya.
Robert Frost (1916)

Keterangan Penulis:
Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.