Semangat Berbaris

Bangsa ini mungkin baru mengenal Baris berbaris saat Belanda menapakkan kakinya di Bumi Nusantara ini. Bagaimana cara seseorang berjalan dengan aturan tertentu. Apalagi bila berjalannya tidak sendiri, dan bukan asal berjalan. Pengalaman KHA Dahlan saat berada di Kraton Surakarta melihat serdadu Belanda berbaris diiringi dengan bunyi-bunyian, menginspirasi beliau membentuk Hizbul Wathan (HW). Kepanduan ini ditujukan kepada anak muda agar sigap dalam menghadapi situasi.

Dalam perjalanan, Baris berbaris diadopsi untuk melatih tentara. Mereka memang dilatih untuk membentuk kesatuan pertahanan. Baris berbaris tak sekedar mederapkan langkah kaki dan tangan agar serentak, namun yang lebih utama adalah kedisiplinan mengikuti satu komando. Tanpa disiplin yang kuat tidak mungkin membentuk satu kesatuan yang kuat pula. Oleh karenanya, baris berbaris menjadi sebuah sistim pelatihan yang efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Baris berbaris telah merambah kesegala komunitas, termasuk dalam pendidikan.

SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, sebagai salah lembaga pendidikan, telah lama mengajarkan baris berbaris untuk siswanya. Bahkan sejak sekolah ini berdiri, baris berbaris menjadi menu utama dalam rangka pembentukan siswa agar disiplin dan bertanggung jawab. Perilaku ini menjadi prasarat untuk memasuki jenjang akademik di sekolah.

Setiap menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta selalu ditunjuk untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) di lingkungan Kemantren Pakualaman. Sejak sekolah pindah dari jalan Sultan Agung ke jalan Kimangunsarkoro di tahun 2003, sejak itu pulalah Paskibra SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta menjadi petugas tetap.

Tahun ini, jauh sebelum peringatan HUT RI, Kemantren Pakualaman memberi mandat kepada SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta untuk menjadi Paskibra di wilayah Kemantren Pakualaman. Oleh karena itu, sejak hari Sabtu, 25 Juni 2022 siswa telah giat berlatih. Mereka lebih memilih menjadi Paskibra dibanding dengan liburan di rumah. Ucapan terima kasih kami tujukan kepada Pembimbing Paskibra, yaitu Bapak S. Widodo, Bapak Sutriyana dan Ibu Catur.