Sekuel Prabu Siliwangi

oleh : Noor Syamsiati, S.Pd.

Hari keduapuluhempat ramadhan 1442 H

Berawal dari melihat sebuah hiburan di Televisi, sebuah sinetron yang bercerita tentang kerusuhan di kerajaan Pajajaran yang kala itu rajanya bernama Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi yang termasyhur  terkenal sakti. Ilmu kanuragannya sangat tinggi dan memiliki senjata-senjata yang ampuh. Ia senantiasa  mengharapkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup rakyat diseluruh daerah kekuasaannya.

Pada saat itu kerajaan dan rakyatnya menganut agama Hindu. Anehnya ada beberapa anak Prabu Siliwangi yang menganut agama Islam. Apakah dari kerajaan Pajajaran ini nanti yang akan melahirkan tokoh-tokoh Islam, seperti para wali  dan pendiri organisasi organisasi Islam yang besar seperti Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama.

Seperti orang-orang pada umumnya, sinetron yang mengandung suatu sejarah, akan digandrungi oleh penonton. Apalagi acara itu dibumbui dengan dunia persilatan. Penyuka akan selalu mempunyai jadwal khusus terhadap acara yang disukai. Alur cirita ini akan dibawa ke pasar, sekolah, ataupun perkantoran, bila sebuah episode telah ditayangkan. Bila alur cerita telah tamatpun, akan selalu dibicarakan sesuai versinya masing-masing.

Diceritakan, Raja Pajajaran Prabu Siliwangi mempunyai 4 istri. Salah satu istrinya  bernama Subang Larang anak seorang Kiyai. Dari Subang Larang ini lahir anak pertama bernama Raden Walang Sungsang. Anak kedua bernama Nimas Rara Santang, dan anak ketiga bernama Raden Kian Santang. Ketiga anak ini mengembara untuk menumpas kejahatan dari musuh-musuh Pajajaran, Akhirnya Raden Walang Sungsang menjadi Raja di Cirebon bernama Raja Cakra Buwana, sedangkan adiknya Nimas Rara Santang bertemu dengan seorang Pangeran yang kemudian saling jatuh cinta dan menikah. Nimas Rara Santang melahirkan anak laki – laki bernama Sunan Gunung Jati yang sakti tinggal di Cirebon dan memiliki padepokan. Sampai disini, rentetan cerita belum selesai. Saya berusaha menemukan jejak sejarah tersebut lewat internet. Saya mendapatkan sebagai berikut.

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah seorang wali songo. Lahir di Kairo pada tahun 1448 M, anak Syarif Abdullah umdafuddin dengan Rara Santang putri Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari kerajaan Pajajaran. Beliau meninggal di Keraton Kasepuhan Cirebon pada tanggal 19 September 1569 sebagai Raja Cirebon ke 2 bergelar Maulana Jati.

Kiyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Beliau adalah pendiri Muhammadiyah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia pada tanggal 18 November 1912.  Dia adalah putra ke-4 dari keluarga KH Abu Bakar. KHA Dahlan lahir pada tanggal 1 Agustus 1868, di Daerah Istimewa Yogyakarta (sumber informasi dari Wikepedia)

Kiyai Haji Mohammad Hasyim Asy’ari adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Beliau adalah pendiri Nahdlatul Ulama sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia pada tanggal 31 Januari 1926 di Surabaya. Dia adalah putra Wahid Hasyim, lahir pada tanggal 14 Februari 1871 di Jombang (sumber informasi dari Wikepedia)

Menurut Ustad Adi Hidayat seorang ulama asal Indonesia, dijelaskan  tentang Silsilah ketiga tokoh diatas, dimulai dari KH Moh Hasyim Asy’ari bin Abdu Wahid bin Abdul Khalim (Abdul Khalim adalah nama Lain P. Benawa yaitu Sultan Hadi Wijaya atau Joko Tingkir).

Abdul Khalim bin Abdullah bin Abdul Fatah bin Abdul Rahman bin Sunan Giri, Sunan Giri  ini anak Maulana Iskhak. Sedangkan KH Ahmad Dahlan bin KH Abu Bakar bin KH Sulaiman bin Kyai Murtadho bin Demung Jurang Jero Kapindho bin Demung  Jurang Jero Kapisan bin Kiyai Grebeg, Kiyai Grebeg ini anak dari Maulana Iskhak. Jadi Maulana Iskhak memiliki anak  Sunan Giri dan Kiyai Grebeg.

Bagaimana Hubungan Maulana Iskhak dengan Sunan Gunung Jati, dijelaskan bahwa Jumadil Qubro memiliki dua anak, yang bernama Maulana Iskhak dan Syarif Abdullah. Maulana Iskhak  dibawa ke Nusantara dan menurunkan dua Ulama  Kondang KHA Dahlan dan KH Muh Hasyim Asy’ari. Sedangkan Syarif Abdullah dibawa ke Mesir. Syarif Abdullah bertemu dan menikah dengan Nimas Rara Santang putri Raja Pajajaran Prabu Siliwangi  yang kemudian  bergelar Syarifa Mudaim. Dari pernikahan Syarif Abdullah dan Nimas Rara Santang lahirlah Syarif Hidayatullah yang kemudian  terkenal dengan nama  Sunan Gunung Jati salah seorang wali songo yang menyebarkan  ajaran agama Islam di tanah Jawa.

Sedangkan kalau di runut lagi, Jumadil Qubro adalah anak dari Ali Zainal Al Kadir bin Ali Zainal Abidin keturunan dari Al Husein bin Ali suami Fatimah putri Rosululloh SAW.

Dari sini didapatkan pesan edukatif,  bahwa Sunan Gunung Jati menurut garis ibu adalah cucu dari Raja Pajajaran Prabu Siliwangi, sedangkan dari garis  ayah Sunan Gunung Jati segaris  nasab yang sama  dengan KHA Dahlan dan KH Mohammad Hasyim Asy’ari.

Ternyata  menonton sinetron tidak hanya sebagai hiburan tapi bisa juga diambil manfaatnya. Ada sinetron yang memiliki banyak muatan edukatifnya, tapi ada pula  yang sedikit pesan edukatifnya . Oleh karena itu  kita harus pandai-pandai memilih.