Rapat Kerja SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta Tahun 2022

Selepas covid 19 diberitakan agak longgar, masyarakat seperti mendapatkan nafas baru. Tiba-tiba, jalanan menjadi macet. Data ini kami peroleh saat idul fitri 1443 H yang telah berlalu. Kunjungan ke tempat sanak saudara menjadi semakin bebas. Tidak ada halangan untuk bersilaturahmi.

Demikian pula kegiatan-kegiatan yang sempat terbengkelai di sekolah selama dua tahun terakhir. Hari ini Jum’at – Sabtu, 1 – 2 Juli 2022, kami mengawali melaksanakan Rapat Kerja (Raker). Bertempat di Hotel Satriafi Kaliurang kami yang berjumlah 38 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, Karyawan, Komite dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Selama dua hari ini kami menggodog program-program untuk aktivitas keluarga besar SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta.

Dra. Hj. Rini Diah Herawati, M. Pd. selaku Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih atas kehadirin atas waktu dan kesempatannya. Setelah dua tahun tidak melaksanakan Rapat Kerja, alhamdulillah dapat melaksanakan Raker, yang sebelumnya telah dilaksanakan Pra Raker. Disamping itu, Bapak dan Ibu guru belajar Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) secara mandiri.

Bapak Arif Rahmanto, S.Pd., yang mewakili Komite meminta kepada civitas akademika agar bersyukur. Karena dengan bersyukur maka Allah akan menambah kenikmatan lebih besar lagi. Bersandar pada kekuatan sendiri saja tidak cukup, maka harus minta pertolongan kepada sang Khalik. Mengejar kualitas adalah prioritas utama. Mengembangkan bidang-bidang yang bermanfaat untuk anak demi masa depan.

Dari Majelis Dikdasmen, Bapak Drs. H. Rohmat, M.Pd menegaskan Muhammadiyah merupakan sekolah yang besar dan memiliki karakter. IKM adalah program pemerintah, oleh karenanya IKM wajib dikuasai oleh guru. Guru harus mampu memberi jawaban kepada setiap siswa yang memiliki karakter yang unik. Minat dan bakat anak-anak harus terdeteksi sejak awal. Oleh karena assessment awal sangat penting. Bidang literasi yang selama ini tertatih-tatih, harus diupayakan ditegakkan. Literasi merupakan dasar dari pembentukan kebudayaan bangsa.

Dr. Nur Ahmad Ghazali dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta dalam sambutannya menekankan agar raker dapat menghasilkan yang konkrit. Peran Muhammadiyah dalam pemberdayaan manusia, melalui Pendidikan. KHA Dahlan sengaja mengoptimalkan Pendidikan supaya manusia menjadi berdaya. Aqidahnya dan ilmunya kuat. Muhammadiyah juga harus peka terhadap keadaan sosial masyarakat seputar. Tanpa peran serta masyarakat, tidak mungkin sebesar ini.