PROFESI PERAWAT SEBAGAI LADANG IBADAH ALTRUISTIK PRIVASI TINGGI

Oleh: Sadam, S. Ag

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (QS Al-Qoshos; 77)

  1. Profesi merupakan serapan dari bahasa inggris yaitu dari kata “profess” yang bermana janji untuk memenuhi kuwajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/oermanen. Profesi sendiri merupakan pekerjaan  yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan dan keahlian khusus.Sesuatu profesi biuasanya mempunyai asosiasi profesi, kode etik yang khususu untuk bidang profesi tersebut.
  2. Pengertian profesi secara umum diartikan sebagai sekumpulan pekerjaan yang membangun suatu norma yang sangat khusus yang berasal dari peranannya di masyarakat. Hughes (1963) mengungkapkan bahwa profesi merupakan mengetahui yang lebih baik tentang sesuatu hal dari orang lain setra mengetahui lebih baik dari kliennya. Melihat dari beberapa pendapat dan teori dari para ahli tersebut, maka hakekatnya profesi memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Aktivitas intelektual
  • Berdasarkan ilmu dan belajar
  • Untuk tujuan praktik dan pelayanan
  • Dapat diajarkan
  • Terorganisir secara intelektuan
  • Altruistik (untuk kepentingan masyarakata)
  • Sistimatis, otorritas, wibawa, kode etik dan budaya professional
  • Komitmen seumur hidup sebagai karier

3. Karakteristik profesi secara umum wajib memiliki 19 rambu-rambu. Antara lain :

  • Keterampilan khusus
  • Memiliki asosiasi profesi tertentu
  • Pendidikan yang ekstensif
  • Ujian kompetensiPelatihan isntitusional
  • lisensi
  • Otonomi kerja
  • Kode etik
  • Menjunjung tinggi martabat
  • Memelihara kesejahteraan anggotanya
  • Pengabdian
  • Meningkatkan mutu profesi
  • Meningkatkan layanan
  • Menentukan buku standarnya
  • mempunyai organisasi profesi yang kuat
  • Mengatur diri
  • melayani public dengan tulus
  • Menngkatkan mutu organisas profesi
  • Meningkatkan pengabdian
  • Prestisius

4. Korelasi Profesi keperawatan hubungannya dengan Ibadah.

Ibadah sendiri memiliki arti yang luas, maka profesi keperawatan jelas memiliki jasa yang besar dalam dunia kesehatan. terlebih pada masa pandemi Covid-19, hal ini terbukti bahwa kebutuhan profesi keperawatan sangat-sangat dibutuhkan dan bahkan kekuarangan. Dari dimensi agama apapaun bekerja sebagai perawat adalah sumber ataiu lading ibadah yang tertinggi nilainya, karena mengadapai orang-orang yang sangat membutuhkan penanganan khusus terutama dalam hal kesehatan, menyoal masalah ibadah Islam telah berkesimpulan bahwa ibadah adalah bukan hanya mahdhah (khusus) saja tetapi yang jauh lebih berpahala adalah ibdah ghoiru mahdhah ( Sosial), atau ibadah altruistik berbasis kemasaratakan) lalu ibadah sosial inilah yang pahalanya tertinggi dari pada ibadah mahhdhoh. (Pendapat Yunahar Ilyas ketika menjadi Key noot speiker peresmian Gedung UNISA Yogyakarta, 12/3/2018).

Jadi kesimpulannya jika ingin menumpuk pahala yang tak ternilai harganya, maka jadilah perawat muslim muslimah yang profetik, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, serta berbasis pada altruistik (kemasyarakatan)