Pohon kamboja, sang penyambut sejati

Pohon Kamboja dengan nama famili Plumeria ini adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika Tengah. Nama Plumeria ditetapkan untuk menghormati Charles Plumier, seorang pakar botani asal Prancis yang pertama kali meneliti tanaman ini. Bibit pohon ini akhirnya menyebar ke berbagai daerah tropis untuk ditanam termasuk di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta.Pohon yang tumbuh menjulang tinggi ini, dapat dijumpai ketika memasuki gerbang sekolah.

Pohon Kamboja memiliki berbagai macam jenis spesies  dengan berbagai warna bunga dan nama latin yang berbeda namun masih dalam satu keluarga, yaitu keluarga apocynacecae. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada suhu tropis atau sub tropis. Kamboja juga tumbuh dengan cepat, berikut ciri-ciri tanaman kamboja.

  1. Batang

Tanaman kamboja memiliki batang yang keras, bulat memanjang, memiliki cabang yang banyak, bekas dudukan daun terlihat jelas, dan berwarna putih kehijauan. Selain itu, batang tanaman ini mampu tumbuh dengan cepat, dan kebal terhadap hama dan penyakit yang menyerang. Batang tanaman ini memilik ketinggian sekitar 1,5 – 6 meter bahkan lebih tergantung dari jenis yang di tanam.

  1. Daun

Tanaman kamboja memiliki daun tunggal, memiliki panjang 10-25 cm bahkan lebih, runcing di bagian pangkal, memiliki bagian tepi merata, tebal dan memiliki bentuk lonjong. Daun kamboja berwarna hijau muda dan hijau tua. Selain itu, daun tanaman ini memerlukan matahari yang cukup untuk memasak, menyimpan dan membuat cadangan makanan yang baru.

  1. Bunga

Bunga tanaman kamboja berbentuk menyerupai terompet dan berkumpul di ujung ranting. Bagian dalam bunga ada yang berbulu dan tidak berbulu dan memiliki berbagai macam warna. Tangkai putiknya berukuran pendek, tumpul, dan melebar.

  1. Buah

Buah pada tanaman kamboja berbentuk lonjong kebulatan berwarna kehijauan dan kehitaman bila sudah tua. Selain itu, buah kamboja memiliki panjang sekitar 18-20 cm dengan lebar sekitar 1-2 cm, berongga dua, dan berbiji banyak

  1. Akar

Tanaman kamboja memiliki akar tunggang, bercabang dan berwarna kecoklatan. Akar tanaman ini memiliki fungi untuk menyerap mineral dan unsur air yang ada di dalam tanah dengan kedalaman 1,5 -2 meter bahkan lebih tergantung dengan pertumbuhan tanaman.

Sedangkan Klasifikasi plumeria atau kamboja

  • Kingdom: Plantae
  • Sub kingdom: Viridiplantae
  • Super divisi: Streptophyta
  • Intra kingdom: Embryophyta
  • Divisi: Tracheophyta
  • Kelas: Spermatophytina
  • Ordo: Magnoliopsida
  • Famili: Gentianales
  • Genus: Plumeria
  • Spesies: Plumeria sp

Jika kita melihat Bungan kamboja maka hal pertamayang akan muncul adalah hal mitis karena kebanyakan di pemakaman. Nah benar atau tidak ? atau hanya sakadr mitos? Berikut fakta- fakta terkait pohon kamboja:

  1. Sebagai permulaan, kamu perlu mengenal lebih dalam soal fakta biologis pohon kamboja

Kamboja, semboja atau frangipani adalah kelompok tumbuhan dalam keluarga Plumeria. Pohon kamboja mulai mencapai masa dewasanya ketika tingginya telah melebihi satu meter. Tanaman khas daerah tropis ini harus terpapar cahaya matahari langsung minimal enam jam setiap hari. Pohon kamboja tumbuh dengan daun yang terbilang jarang, tapi tebal. Dilansir dari plantcaretoday.com, bunga kamboja memiliki berbagai variasi warna mahkota, yaitu: putih, merah muda, merah, kuning hingga merah keunguan. Biasanya jumlah mahkotanya adalah lima helai. Bunga yang memiliki mahkota berjumlah empat atau enam termasuk langka dan cenderung dipercaya memiliki energi gaib oleh masyarakat sekitar. Pohon ini berakar serabut dan bunganya tidak terlalu kasar, tapi juga tidak terlalu halus.

  1. Pohon kamboja telah melewati perjalanan panjang, sampai akhirnya populer di Indonesia

Sebenarnya tumbuhan jenis ini berasal dari Amerika Tengah. Nama famili dari tumbuhan ini, Plumeria, ditetapkan untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706). Ia adalah pakar botani asal Perancis yang pertama kali meneliti tanaman ini. Bibit pohon ini akhirnya menyebar ke berbagai daerah tropis untuk ditanam dan dirasakan manfaatnya.

  1. Di Indonesia, kamu akan paling banyak menemukan pohon kamboja di Bali

Berbeda dengan kebanyakan tempat di Indonesia, pohon kamboja tidak hanya ditanam di tanah perkuburan di Bali. Pohon kamboja ditanam di hampir setiap pura serta sudut kampung dan memiliki fungsi penting dalam kebudayaan setempat. Di tempat lain di Indonesia, pohon kamboja memang ditanam di perkuburan, salah satunya sebagai peneduh bagi pengunjung yang datang. Namun itu bukan satu-satunya alasan pohon kamboja ditanam di daerah perkuburan.

  1. Selain karena wanginya, karakteristik pohon kamboja dianggap menjadi yang paling pas untuk tanah perkuburan

Dilansir dari gardeningknowhow.com, pohon kamboja dapat diperbanyak dengan mudah, yaitu hanya dengan stek batang. Apalagi iklim dan cuaca Indonesia sangat cocok untuk pertumbuhannya. Uniknya pohon kamboja dibandingkan pohon bunga lainnya, ia merontokkan bunganya bahkan sebelum layu, dalam kondisi masih menyimpan wanginya secara optimal. Keadaan ini dapat membuat kuburan dapat tertabur bunga secara berkala dan tetap wangi, meskipun tidak ada orang yang datang menaburkan bunga ke kuburan tersebut.Di lain sisi, jasad dalam kuburan akan membusuk secara organik dan membuat tanahnya sangat subur. Pohon kamboja sangat membutuhkan pemupukan intens dan kuat, untuk bisa terus hidup dan berbunga. Jadi bisa dikatakan pohon kamboja di kuburan adalah bentuk siklus pemupukan dan pengendalian aroma yang terus berputar.

Siklus ini tidak optimal jika menggunakan tumbuhan lain, misalnya tumbuhan berbuah yang justru bisa menambah bau saat membusuk atau bunga yang rontok saat layu. Bunga kamboja yang telah rontok dan menjadi layu di tanah pun bisa dikumpulkan untuk dikeringkan dan dijadikan wewangian, lho. Ini juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar kuburan. Itulah alasan pohon kamboja selalu ada di kuburan Indonesia.

Refrensi : Berbagai sumber yang telah diolah