Pengingat Diri akan Lisan

oleh : Suziyana, S.Pd.Si.

Hari ke-3 Ramadhan 1442 H

Lisan atau perkataan merupakan sarana untuk mengungkapkan isi hati dan pikiran. Lisan juga sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan sesama manusia. Bersyukurlah bagi manusia yang sempurna, yaitu dengan tidak menggunakan lisan sebagai sarana untuk mengatakan hal yang kotor dan tidak bermanfaat.

Kenapa lisan menjadi pembahasan penting dalam tulisan ini? Selain sebagai pengingat diri sendiri agar bisa berkata yang baik saja, lisan juga mempunyai fungsi vital dalam kehidupan manusia. Seseorang bisa dipercaya oleh orang lain karena lisannya. Bahkan seseorang bisa masuk surga juga karena lisannya.

Menjaga lisan adalah sesuatu keharusan jika benar-benar menginginkan adanya keridhaan Allah dan surga. Orang yang mengerti syariat, lisan bisa digunakan untuk berzikir, bersalawat, dan bertutur dengan baik. Akan tetapi, bagi orang yang tidak mengerti kegunaan lisan, maka lisannya digunakan untuk menghasut orang lain, berbohong, menjilat, dan lain sebagainya. Sebegitu bahayanya lisan seperti tampak pada pepatah bahasa arab, “kalau kau titipkan emas kepada orang, pastikan emas itu akan berkurang. Namun, jika kau titipkan kata-kata kepada orang, pastikan akan bertambah”.

Sumber: mediaindonesia.com

Allah Swt. memuji hamba-hambanya yang tidak banyak bicara terutama pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Apa saja yang kira-kira bermanfaat? seperti lisan untuk menanyakan kabar orang, menuntut ilmu, instruksi yang kira-kira dibutuhkan, dan nasihat-nasihat. Namun, ketika seseorang duduk membicarakan hal yang tidak ada manfaat sama sekali bahkan sampai menyinggung perasaan orang lain, maka termasuk pada orang-orang yang terkena ancaman ‘orang yang tidak dapat menjaga lisan’.

Lisan mempunyai peranan sangat penting bagi kehidupan manusia baik di dunia, maupun di akhirat. Meski hanya sebatas lisan, lisan tersebut akan menentukan seseorang akan masuk surga ataukah tidak. Maka dari itu, sebagai pengingat diri, lisan hendaknya dipergunakan untuk berzikir kepada Allah dan untuk hal-hal yang bermanfaat saja.

Dalam sebuah hadis yang bersumber dari Abu Sa’ad al-Khudri r.a, bahwasanya Rasullulah bersabda:

“Apabila tiba waktu pagi, maka seluruh anggota badan manusia memeringatkan kepada lidah seraya berkata: ‘hai lidah, takutlah kepada Allah dalam memelihara keselamatan kami semua sebab kami ini tergantung kepadamu. Jika engkau lurus selamatlah kami. Sedang jika engkau bersikap bengkok, maka kami pun ikut bengkok” (HR. Tirmidzi).

Hadis tersebut mengisyaratkan bahwa lisan hanyalah sebagai media untuk menyampaikan apa yang ada di dalam hati dan pikiran manusia. Apabila hati dan pikiran manusia itu berkata jelek, maka lisan sebagai medianya untuk mengatakan hal-hal kotor. Sebaliknya, apabila hati dan pikiran itu ingin berkata baik, maka lisanlah yang mengucapkan perkataan yang baik tersebut. Semua itu ada konsekuensinya masing-masing, baik dan buruk semuanya akan mendapat balasan dari Allah.

Sumber: Anwar, Nur Cholis. 2015. Surga yang Dirindukan, Amalan-Amalan Sakti Pembuka Pintu Surga. Yogyakarta: Araskha Publisher.