sumber gambar : https://www.idntimes.com/life/relationship/merina-wulandari/wahai-insan-yang-masih-menunggu-sesungguhnya-kau-telah-terlalu-lama-membuang-waktumu

oleh : Ustadz Wasul Nuri, M.Hum

Di penghujung tahun lalu Allah SWT memberi kesempatan untuk ziarah ke Haramain. Alhamdulillah… Untuk sahabat-sahabat yang belum berkesempatan ziarah ke baitullah semoga dimudahkan umrah dan hajinya Aamiin.

Satu hal yang kurasakan duduk di masjid yang apabila solat didalamnya maka pahalanya 100.000 lebih utama daripada sholat di masjid lainya, adalah kenikmatan yang luar biasa, susah dilukiskan. Ribuan jamaah memiliki motivasi yang sama, ingin memanfaatkan kesempatan ziarah ini dengan sebaik-baiknya. Masjidil Haram masjid mulia yang tidak pernah sepi, penuh sesak, berdesakan, berhimpitan, kadang keinjak, kegencet, namun semua ridho, ikhlas karena-Nya, karena Allah SWT semata.

Kala itu subuh jam 05.30 waktu Makkah. Kita berangkat ke masjid pukul 01.00 dini hari, dengan harapan bisa thowaf lebih lengang, namun sama saja tetap ramai berjubel, masyaAllah… nikmatnya bisa thowaf dini hari. Setelah thowaf mengambil tempat di pelataran masjid sisi yang menghadap pas tower zam-zam. Banyak hal yang bisa dilakukan, sholat, dzikir, tilawah qur’an, memanjatkan doa-doa, doa titipan yang di bawa dari rumah dan banyak hal yang lainya.

Kanan kiri kita jamaah dari seluruh penjuru dunia, dari wajah-wajahnya bisa dikira-kira, ada yang dari India, Bangladesh, Pakistan, Turki, ada juga yang dari Asia timur seperti China dan Jepang. Dengan bekal Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang pas pasan aku memberanikan diri menyapa diantaranya. Allhamdulillah ketika komunikasi kita buntu diselamatkan oleh bahasa isyarat. Masya Allah…

Waktu yang cukup lama menunggu waktu sholat subuh pun tidak terasa. Memang menunggu waktu sholat itu keutamaannya luar biasa. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَحَدُكُمْ مَا قَعَدَ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ فِيْ صَلاَةٍ مَا لَمْ يُحْدِثْ تَدْعُوْ لَهُ الْمَلاَئِكَةُ :اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ.

“Tidaklah seseorang di antara kalian duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, melainkan para Malaikat akan mendo’akannya: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’”

Para ulama Salaf kita sangat gigih melakukan amal yang sangat mulia ini, dan di antara yang menunjukkan hal tersebut adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ibnul Mubarak, dari ‘Atha’ bin as-Sa-ib, beliau berkata: “Kami datang kepada Abu ‘Abdirrahman as-Sulami -ia adalah ‘Abdullah bin Hubaib- yang menunggu wafatnya di masjid. Lalu kami berkata: ‘Alangkah baiknya jika engkau pindah ke tempat tidur, karena di sana autsar (lebih nyaman).’” Al-Husain -salah satu perawi- berkata, “Autsar maknanya adalah lebih nyaman.” Beliau berkata: “Fulan meriwayatkan kepadaku, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 لاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِيْ صَلاَةٍ مَا دَامَ فِيْ مُصَلاَّهُ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ.

‘Senantiasa salah seorang di antara kalian mendapatkan pahala shalat selama ia berada di masjid tempat ia shalat untuk menunggu shalat.’”

Harapannya dengan tulisan ini kita bisa merenungi, memperbaiki diri kita dalam hal sholat jama’ah di masjid berjamaah. Masih terlalu sering kita datang sholat jama’ah dengan predikat makmum masbuk, bahkan sengaja menunggu iqomah dikumandangkan baru bergegas dengan tergesa-gesa. Sehingga dapat dipastikan kita tidak mendapat keutamaan sebagaimana di jelaskan di atas tadi. Mari kita memperbaiki diri semoga kita dimudahkan oleh Allah dalam segala hal. Aamiin.

referensi: https: //almanhaj.or.id/3289-doa-malaikat-kepada-orang-yang-duduk-menunggu-shalat.html