Kembali ke Masjid

oleh : Admin

Hari keempatbelas ramadhan 1442 H

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(at Taubah : 18)

Masjid merupakan simbol tegaknya Islam. Untuk melihat seberapa mengakarkah nilai islam di suatu daerah/kampung, cukuplah kiranya kita lihat masjid-masjid dan musholla-musholla-Nya. Dari seluruh jumlah penduduk berapa persenkah yang selalu sholat berjamaah di masjid.

Di zaman Nabi, Mesjid dicontohkan menjadi pusat “peradaban” Islam. Di Mesjidlah pusat penyebaran syiar islam, tempat konsolidasi kaum muslimin, tempat latihan perang, tempat pembinaan akhlaq dan ilmu, dan masih banyak yang lain. Sekarang masjid sudah banyak ditinggalkan. Seandainya sholat subuh berjamaah di setiap masjid jumlah jamaahnya seperti saat sholat jumat, insyaAllah penduduk indonesia akan makmur dan terjamin, akhlaq penduduknya mulia-mulia, Laa khoufun ‘alaiHim wa laa Hum yahzanuun (tidak akan ada ketakutan dan tak akan bersedih); dari kelaparan, dari ancaman keamanan. Karena karunia dari Allah pasti diturunkan atas mereka.

Berdasar ayat di atas, untuk menjadikan saudara-saudara kita mencintai (berjamaah dan memakmurkan), maka kemasjid terlebih dahulu harus: iman kepada Allah dan hari akhir.

1. Iman kepada Allah, berarti tauhidnya harus benar. Ia tahu siapa Allah Tuhan Yang Esa, bagaimana sifat-sifat-Nya, bagaimana berinteraksi dengan Allah dalam kehidupan sehari-hari, serta tunduk akan ketetapaan Allah.

2. Iman kepada Hari Akhir, merupakan ekses keimanan kepada Allah. Yang iman kepada Allah pasti iman kepada janji-janji-Nya, yaitu hari pembalasan; hari dimana semua amal perbuatan di dunia akan dihisab atau dihitung untuk dibalas sesuai amalannya itu.

3. Menegakkan Sholat, merupakan ciri-ciri orang yg selalu menjaga sholatnya, baik di kala sibuk atau di kala senggang. Orang yg menegakkan sholat, semestinya tahu arti pentingnya sholat. Dalam taraf tertentu sholat menjadi kebutuhan, karena saat sholatnya seorang hamba berada dalam kadaan paling dekat dengan Allah penciptanya. Sebagai sarana berkomunikasi utama dengan ALLAH. Orang seperti ini khusyu’ dalam sholatnya.

4. Menunaikan Zakat. Zakat merupakan sarana pembersihan harta kita dari “kotoran harta” yang merupakan hak para mustahiq. Orang yg menunaikan zakat dengan ikhlas tentu meyakini bahwa harta hanyalah titipan dan sarana, bukan tujuan.

5. Tidak takut kecuali kepada Allah. Tidak takut di sini adalah dalam segala hal terhadap apapun selain Allah. Dasarnya adalah Iman kepada Allah serta pengetahuan tentang Allah. Selalu merasa dalam pengawasan-Nya, dan mempunyai keyakinan terhadap kekuasan Allah dalam segala hal. Orang yang takut hanya kepada Allah, Allah menjadikan makhluk lain takut kepadanya.

Di ujung ayat, uniknya, masih diungkapkan oleh Allah bahwa muidah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. Hal ini menegaskan akan kekuasan Allah untuk menentukan siapapun dari hambanya yang akan akan diberi hidayah.