Khotbah Jum'at : Menghormati Tamu

oleh : Ircham Sudaryanta, ST

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَا

أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

 ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَاِركْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ

 : فَيَا عِبَادَاللهُ اُوصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاالله اِتَّقُواللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Khotbah Pertama

Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah

Marilah kita bertakwa kepada Allah, yakni takwa yang sebenar-benarnya dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi seluruh larangannya, mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan. Sebagai manusia yang beriman kita diharuskan berusaha untuk menyempurnakan akhlak yang baik berkaitan dengan kewajiban kita untuk melakukan kebaikan dimulai dari diri sendiri dengan berkata baik, santun dalam bicara dan tingkah laku.

Shalawat dan salam tak lupa mari kita haturkan kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam Semoga kita termasuk orang-orang yang setia meneladaninya, terutama dalam hal kedekatan terhadap Al-Qur’an sehingga nampak pada diri Nabi sebagai pribadi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia …. ‘Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin

Adapun tema Khotbah Jum’at Siang hari ini “Menghormati Tamu dan Memuliakannya”

Agama mengajarkan  agar  orang beriman membangun hubungan baik, tidak saja dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia. Keharusan menghormati tetangga dan tetamu dengan cara menyambutnya, merupakan wujud dari doktrin sosial dan kemanusiaan orang beriman. Bertamu merupakan ajaran agama serta merupakan kebiasaan para nabi dan orang-orang salih. Tujuan utama bertamu  adalah adalah menyambung tali persaudaraan atau silaturahmi.

Silaturahmi (silaturahim) tidak hanya bagi saudara senasab, tapi juga saudara seiman. Allah  memerintahkan seseorang menyambung hubungan baik dengan sesamanya baik orang tua, saudara, kaum kerabat dan orang-orang mukmin lain.

Silaturrahim berasal dari kata silat dan rahman atau rahim. yang artinya hubungan atau menghubungkan. Adapun kata ar-rahim atau ar-rahm, jamaknya arham yakni rahim atau kerabat. Asal katanya dari ar-rahmah (kasih sayang). Kata ini digunakan untuk menyebut rahim atau kerabat karena dengan adanya hubungan rahim atau kekerabatan itu, orang-orang berkasih sayang.

Perlu digaris bawahi bahwa Silaturahmi memiliki perbedaan maksud dengan Silaturahim,

Silaturahmi membina hubungan baik dan berkunjung ke sesama teman sedangkan Silaturahim memiliki arti berkunjung ke tempat saudara yang ada hubungan darah (senasab) dalam satu rahim keturunan. Masyarakat pada umumnya lebih familiar menyebut silaturahmi untuk memaknai berkunjung baik bertamu ke rumah sesama teman maupun saudara.

Menghormati  tamu adalah  tergolong adab agama, akhlak para nabi dan tata krama orang-orang mulia. Penghormatan terhadap tamu dilakukan antara lain menunjukkan wajah ceria (semringah), bertutur kata dengan lemah lembut, menyediakan jamuan makan-minum dengan sebaik-baiknya. Dalam adab agama, seorang tamu tidak boleh arogan dan mesti tahu diri. Nabi Muhammad SAW melarang orang beriman bertamu ke rumah saudaranya kalau hal itu dapat memberatkannya, bahkan menjerumuskannya ke dalam dosa dan maksiat.

Dalam kenyataan dimasyarakat

  • Ditemui hubungan dalam satu darah tidak adanya keakuran terlebih sejak masih bersama diwarnai permusuhan karena ketidak adilan didapat yang akhirnya terbawa sampai masa tua, berebut hak warisan hingga diujung maut
  • Tuan rumah tidak memuliakan tamu dengan cara menjamunya, tidak berbicara ramah, bahkan berniat mengusir secara halus dan tidak ikhlas serta menelantarkannya
  • Bermusuhan dengan tetangga terdekat, melakukan permusuhan lebih dari 3 hari bahkan terbawa sampai berlarut-larut karena keegoisan
  • Kepala keluarga tidak bisa membina hubungan baik dengan pihak keluarga laki-laki karena alasan masalah rumah tangga, pertengkaran dan percekcokan.

Membina silaturahmi senantiasa membina kasih sayang, hidup rukun, tolong-menolong dan saling membantu antar sesama tanpa membeda-bedakan status sosial yang disandangnya. Nabi Muhammad SAW bersabda, ”Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, muliakanlah tamunya.” (HR Muslim dari Abu Hurairah).

Perintah menghormati tamu bersifat terbuka. Kita diperintahkan menyambut dan menghormati tamu tanpa harus membeda-bedakan: orang kaya atau miskin dan pejabat atau orang biasa. Penghormatan terhadap tamu diberikan atas dasar keadilan dan kesetaraan dalam semangat pergaulan antar manusia sejagat Inilah sesunguhnya makna firman Allah seperti yang dibawah ini.

 ”Hai, manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.” (QS Alhujurat: 13).

Ya Allah, Tuhan kami. Berkahilah Saudaraku ini dalam segala hal yang Engkau rezekikan kepada mereka, serta ampunilah mereka dan sayangilah mereka.

Khotbah Kedua

اْلحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّاللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Melalui khutbah kedua ini, marilah kita berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam berbagi dan memberi kepada sesama. Selalu mengeluarkan zakat, terbiasa infak dan ringan sedekah.

اْلحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِميْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ فَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ عِلْمًا نَفِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

أَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ