"Aru Dan Isolasi" Buah Pena : Azlea Pinada/ 9 ICT

Pandemi ,sebuah penyebaran suatu penyakit yang sangat luas penyebarannya. Hampir 2 tahun terakhir ini pandemi berlangsung dan melumpuhkan banyak aspek kehidupan manusia. Semua orang harus beradaptasi dengan kehidupan yang baru. Mau tidak mau semua orang harus tetap hidup dengan kondisi yang tidak pasti di tengah Pandemi ini. Pandemi ini juga telah membuat jutaan nyawa melayang. Jutaan nyawa yang lainnya telah kehilangan pekerjaan. Banyak sekali cerita duka yang mengiringi berjalannya pandemi ini. Pandemi Covid – 19 yang diramal akan selesai dalam waktu 5 bulan ternyata ramalan itu tidak terjadi dan siapa yang menyangka dan siap dengan kondisi seperti ini .

Sama halnya dengan Aru dan keluarganya. Mereka tidak akan menyangka bahwa pandemi akan menghancurkan rencana mereka. Pandemi ini juga menghancurkan usaha yang dirintis oleh orang tua Aru. Beberapa kedai makanan milik keluarga Aru harus tutup karena berkurangnya pemasukkan karena semua orang takut keluar rumah. Kegiatan sekolah Aru juga terpaksa diliburkan karena penyebarannya yang makin meningkat setiap harinya . Anak pertama dari 3 bersaudara ini harus menjalani sekolah secara daring. Tetapi ditengah – tengah sekolahnya Aru harus membantu ekonomi keluarga dengan cara berjualan secara daring. Aru menjual macam – macam pernak – pernik untuk anak perempuan. Tetapi usaha yang Aru jalani belum berbuah manis . Aru terus berusaha untuk menjual produknya tapi tampaknya para pelanggan belum mengetahui toko yang Aru buka. Dia mempromosikan produk terus menerus melalui teman – temannya,tetangganya,dan media daring.

Suatu hari saat Aru sedang mengikuti program pembelajaran jarak jauh, Dia terus mendengar telepon genggamnya bergetar dan memuculkan notifikasi. Seketika Aru membuka telepon genggamnya untuk melihat notifikasi yang belum berhenti itu. Saat membuka, Alangkah terkejut dan bahagiannya Aru. Ternyata dia kebanjiran pesanan pernak pernik. Aru sangat semangat untuk menjalani hari ini. Dia mulai mengemas barang untuk dikirim ke pelanggan. Perlahan tapi pasti toko Aru mendapat respon positif dari para pelanggan daringnya . Keuntungan toko Aru juga terus meningkat, Sehingga Aru bisa menambah jenis barangnya dalam tokonya. Karena pesannya yang sangat banyak, Dia meminta tolong adiknya yang masih duduk dibangku SMP kelas 8 untuk mengemas pesannya. Kakak – beradik tersebut sangat kompak dalam menjual dan mengirim barang pesanan para pelanggan.

Tetapi tuhan memiliki rencana lain untuk Aru. Dia mendapat kabar bahwa adik bungsunya positif corona. Sangat mendengar kabar itu Aru sangat terpukul. Adiknya harus dirawat di rumah sakit karena butuh perawatan yang lebih intensif. Saat itu juga Orang tua Aru, Aru, dan Adik keduanya memberanikan diri untuk tes covid – 19 . Hasil tes itu keluar 1 hari setelah setelah tes dilakukan. Aru menunggu dengan hati yang gelisah . Dia tidak mau makan, Tidak bisa tidur. Dia sangat tidak bersemangat. Sebagai seorang kakak , dia juga memikirkan adiknya yang dirawat di rumah sakit. Aru tidak bisa untuk fokus. Isi kepalanya tidak beraturan. Tetapi dia terus menerus berdoa kepada tuhan, meminta bahwa semua akan baik – baik saja.

Hari besok datang juga. Hasil tes keluarga Aru keluar juga. Saat melihat hasilnya, mereka semua langsung merasakan sakit hati yang mendalam . Mereka semua dinyatakan positif covid – 19. Aru tak kuasa melihat kertas hasil tes mereka. Hati Aru seketika hancur,Otaknya sudah tidak bisa berfikir jernih lagi. Akhirnya mereka memutuskan untuk isolasi mandiri. Untuk sementara toko Aru tutup karena kondisi yang tidak mengmungkinkan. Yang biasanya dia ceria walaupun kondisinya sulit, sekarang dia diam setiap saat. Apalagi adik bungsunya dikabarkan kondisinya makin hari makin memburuk dan harus dirawat ICU karena adik bungsunya juga punya penyakit bawaan yang memparah kondisinya.

Setelah beberapa hari berlalu, Kondisi Aru dan adik keduanya juga menurun dan terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Kondisi mereka berdua juga sangat tidak baik baik saja. Mereka harus dipasang beberapa alat – alat medis untuk membantu mereka tetap hidup. Selang 2 hari adik kedua Aru kondisinya terus membaik dan sekarang adik keduanya sudah bisa bangun dari tempat tidur dan beraktivitas seperti biasanya. Tapi tidak dengan Aru, Aru tidak sadarkan diri karena kondisinya yang terus menerus memburuk . Tim medis terus mengupayakan agar Aru bisa sadarkan diri lagi.

Didalam tidak sadarnya, Aru bisa merasakan sesuatu yang membuatnya menggigil. Dia juga bertemu adik bungsunya. Dia juga sempat berbincang dengan adik bungsunya dalam mimpinya. Lalu Adik bungsunya bilang ke Aru “ Kakak, jangan pikirin aku , aku sudah bahagia disini , kakak harus tetap hidup kakak punya rasa tanggung jawab yang besar untuk keluarga kakak rela capek buat anne sama kak anala aku mau kak Aru tetap hidup.” “Maksudnya kamu apa Anne ?” ucap Aru kebingungan “Kamu juga harus bertahan hidup kamu akan bangun dari istirahat inikan ?” “Entahlah kak jangan risaukan aku.” “Oh iya kak Aru sama kak Anala jaga kesehatan yaa kalo udah sehat nanti kita bisa liburan lagi kaya dulu nanti aku bisa bantuin kakak mengemas pesanan lagi seru deh pokoknya.” “Tapi kamu jangan pergi Anne kakak sayang banget sama kamu … Kamu itu bak malaikat kecil penyemangat hidup Kak Aru dikala susah maupun senang.” “Oh iya kak Aru ini waktu yang tepat untuk bangun dari istirahat kita, kita harus sehat lagi.” “ Kamu jangan pergi Anne jangan sekarang Anne.” Ucap Aru seraya menangis sekeras mungkin agar Anne yang mulai menjauh itu kembali kepadanya. Sebelum pergi berjalan menjauh Anne memberikan pelukan erat kepada Aru. Tapi Anne sangat cantik dengan baju putih sepanjang lutut. Didalam kehidupan yang nyata Anne adalah gadis kecil yang mempunyai kekurangan dari lahir yaitu kakinya tak bisa digerakkan dan beberapa penyakit bawaan seperti diabetes tipe 1,asma tingkat berat.

Setelah Anne meninggalkan Aru dengan tangis yang tak bisa berhenti. Aru tiba tiba tersadar setelah tim medis menggunakan alat kejut jantung. Dia terkejut , dia sudah berada di ranjang rumah sakit lagi. “Apa yang terjadi dokter ?” ucap Aru dengan suara lemah . “Kamu tidak sadarkan diri tapi syukur kamu sudah sadarkan diri.” Tiba – tiba Aru tersentak “MANA ANNE DOK KATAKAN MANA ANNE ?!! CEPAT SAYA SANGAT MENGKHAWATIRKANNYA AKU MEMIMPIKAN BARUSAN DIA SANGAT CANTIK.” Tim medis terkejut dan menenangkan Aru. Dokter mengatakan sedang berusaha membangunkan dia. “Kamu tenang saja Adikmu akan bangun sebentar lagi, Saya sarankan kamu menyembuhkan diri saja agar cepat beraktivitas lagi.” Ucap dokter kepada Aru seraya tersenyum.

Hari demi hari,Kondisi Aru dan Anala membaik. Itu membuat mereka bahagia. Karena dokter berkata bahwa mereka akan pulang  1 hari lagi. Tiba hari dimana Aru dan Anala pulang ke rumah. Dirumah, Orang tua Aru membawa 2 kabar sekaligus. Kabar pertama Orang tua Aru sembuh total ini adalah kabar baik buat Aru. Kabar yang kedua bahwa Anne sudah tidak bisa diselamatkan kabar ini baru disampaikan tadi pagi setelah usaha dokter yang panjang untuk menyelamatkan Anne.Seketika Aru runtuh dan menangis lagi . Dia baru ingat mimpi dia dengan Anne.Kondisi ini membuat Aru kembali merasakan hal yang sama dengan dulu lagi. Hati dan pikirannya sangat kacau. Anne dimakamkan dekat dengan taman bermain favorit Anne. Aru percaya sekarang dia sudah bisa bergerak lagi dan bisa bermain dengan riang. Seperti yang dikatakan Anne dia sudah bahagia. Aru selalu berdoa kepada tuhan meminta diberikan tempat yang terbaik.

Bulan demi bulan berlalu , Toko Aru sudah buka lagi. Kehidupan sudah mulai berjalan normal lagi. Aru mempunyai ide mengubah nama tokonya menjadi “ANNE GIFTS”. Aru belajar banyak dari pengalamannya ini. Bahwa sedih tidak akan selamanya mengikuti seorang manusia selama dia mau bangkit,berusaha,dan berdoa kepada tuhan. Ekonomi keluarga Aru juga kembali membaik. Kesehatan mereka juga semakin baik dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Aru sudah memiliki kondisi yang semakin baik. Aru tetap menjadi seorang kakak yang kuat dan tangguh walaupun dia sudah kehilangan satu malaikat kecilnya. Aru menjadikan isolasi ini menjadi sangat berharga.